Whimsy & Wise

Menambah Ilmu Menghadapi Dunia

 A-Z Terkait Skripsi (Pembahasan Lengkap)

 A-Z Terkait Skripsi (Pembahasan Lengkap)

Skripsi merupakan momok bagi setiap mahasiswa yang menempuh studi Strata satu. Saya ingat dahulu ketika saya masih kuliah di salah satu kampus ternama di Yogyakarta. Bagian yang sangat menyiksa adalah menulis skripsi. Hal ini tidak lain dan tidak bukan, karena menulis skripsi sangat menakutkan apalagi kita yang tidak terbiasa menulis sekaligus tidak terbiasa membaca. Banyak sekali penyebab kita malas bersinggungan dengan skripsi ini. Selain, sangat berat bagi yang tidak terbiasa menulis dan membaca, skripsi sesungguhnya bermuatan rasa malas yang berlipat-lipat. Sehingga, menulis skripsi bukan masalah pintar atau bodoh atau dungu,tapi menulis skripsi tentang bagaimana membangun dan melawan rasa malas yang bergelayutan pada mahasiswa semester akhir. Ada bebrapa teman saya yang gagal melawan rasa malas ini yang akhirnya berujung dengan DO alias drop out. Padahal dari segi kapasitas intelektual dan kematangan dalam memahami materi bisa dibilang sangat luar biasa. Hanya saja rasa malas terlah menggerogotinya hingga ia berakhir dengan drop out atau kasarnya diusir dari kampus. Maka, pada kesempatan ini saya akan membahas A-Z terkait skirpsi (pembahasan Lengkap).

www.pexels.com

Defenisi Skripsi

Sebelum kita membahas A-Z terkait skripsi (pembahasan lengkap) ada baiknya kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan skripsi. Skripsi merupakan istilah yang dipergunakan di negara Indonesia untuk menggambarkan dan mendiskripsikan karya tulis ilmiah berbentuk paparan tulisan hasil suatu penelitian pada jenjang strata satu (S-1). Pada karya tulis ini dibahas suatu permasalahan atau pun fenomena dengan menggunakan pendekatan bidang ilmu tertentu. Dalam skripsi penting memperhatikan aturan-aturan yang berlaku atau kaidah-kaidah penulisan ilmiah yang mana biasanya disesuaikan dengan panduan yang ada di fakultas atau universitas yang bersangkutan.

Adapun tujuan dari penulisan skripsi yaitu memberikan kemampuan kepada mahasiswa untuk menyusun dan menulis karya tulis ilmiah sesuai dengan bidang ilmunya. Selain itu, mahasiswa yang mampu menulis skripsi dianggap mampu mengkombinasikan pengetahuan dan keterampilannya dalam hal memahami, menganalisis, mendeskripsikan, menggambarkan dan memaparkan masalah yang berkaitan dengan bidang ilmu yang diambil oleh mahasiswa yang bersangkutan.

Skripsi merupakan persyaratan untuk mendapatkan status sarjana untuk program strata satu (S-1) di setiap perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) yang ada di Indonesia. Penting juga dipahami bahwa istilah skripsi sebagai tugas akhir sarjana hanya digunakan di Indonesia. Di Negara lain, sebutlah misalnya negara Australia yang mana di negara ini menggunakan istilah thesis untuk penamaan istilah tugas akhir dengan mengadakan riset untuk jenjang undergraduated (Strata satu/ S-1). Selanjutnya pada program studi pascasarjana atau magister juga menggunakan istilah thesis dan penggunaan disertation untuk program doctoral. Berbeda di Indonesia untuk penyebutan tugas akhir strata satu (S-1) dibedakan dengan Magister (S-2) yaitu Skripsi untuk strata satu (S-1) dan tesis untuk magister (S-2). Sedangkan untuk penamaan istilah tugas akhir untuk program doctor menggunakan istilah disertasi.

Lalu bagaimanakah prosesi dan tahapan dalam penulisan skripsi di Indonesia? Untuk kampus-kampus yang ada di Indonesia, umumnya dalam penulisan skripsi, setiap mahasiswa dibimbing oleh dua orang Dosen yang telah perpangkat asisten ahli. Ada juga satu mahasiswa dibimbing oleh dua dosen sekaligus, tentu hal ini tergantung kepada kebijakan ketua prodi atau fakultas masing-masing. Dosen yang membimbing mahasiswa dalam penulisan skripsi ini populer disebut dengan pembimbing. Kalo dosen pembimbing skripsi ini berjumlah dua orang, maka akan tertulis di proposal skripsi, Pembimbing satu (1) dan Pembimbing dua (2). Untuk dua pembimbing ini, pembimbing satu memiliki peran yang lebih banyak dibandingkan dari pembimbing dua, hal ini melihat keilmuan yang dimiliki oleh dosen yang membimbing. Pembimbing satu ditunjuk karena memiliki fokus keilmuan yang sesuai dengan penelitian yang akan dikaji  oleh mahasiswa yang bersangkutan.  Untuk lebih memahami A-Z terkait skripsi (pembahasan lengkap) berikut langkah-langkahnya:

  1. Pengajuan Judul Skripsi

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam pengerjaan skripsi adalah mengajukan judul skripsi. Biasanya, untuk prosedur dan pengajuan judul skripsi disesuaikan denga kebijakan kampus atau prodi masing-masing. Ada yang hanya judul skripsi saja atau ada juga yang menyertakan latarbelakang pemilihan judul skripsi, rumusan masalah, tinjauan pustaka, dan referensi bacaan yang setema.

  1. Pengajuan Proposal Skripsi

Setelah selesai pengjuan judul, dan judul sudah di acc oleh pembimbing akademik dan kaprodi (ketua Program Studi atau kadang disebut juga Kajur yaitu Ketua Jurusan), maka langkah selanjutnya adalah membuat proposal penelitan skripsi. Dalam pembuatan proposal skripsi setidaknya harus membuat Bab 1 dari skripsi yang akan ditulis. Ada juga yang sampai bab 2 hingga 3, hal ini tergantung kebijakan prodi atau jurusan. Intinya dalam proposal harus ada judul yang telah di acc oleh prodi atau jurusan:

  • Latar belakang masalah dan alasan pengambilan tema penelitian tersebut.
  • Rumusan dan batasan masalah sehingga penelitian tidak melebar kemana-mana.
  • Tinjauan pusataka terkait penelitian yang pernah ada dengan tema yang akan diteliti oleh mahasiswa yang bersangkutan. Atau kalau ditemukan penelitian yang sama denga mahasiswa yang bersangktuan, harus dijelaskan apa yang membedakan dengan penelitian terdahulu. Selain penelitian dalam bentuk tesis, tinjauan pustaka ini juga bisa melihat dalam bentuk lain, berupa buku, jurnal maupun karya ilmiah lainnya.
  • Kerangka teori yang mana menjadi pijakan dalam menelaah atau menganalisis data yang telah dikumpulkan.
  • sistematikan penulisan skripsi yang mana hal ini menjadikan acuan dalam penyususan penulisan skripsi sehingga terkonsep dengan baik dan tidak melebar kemana-mana.
  • Daftar pustaka, baik referensi utama maupun referensi pendukung.
  1. Seminar Proposal Skripsi

Setelah selesai membuat proposal dan mengajukan proposal skripsi, yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengadakan seminar proposal. Dalam seminar proposal ini mahasiswa yang bersangkutan haru mempresentasikan proposal yang telah ditulis dan bagaimana asumsi awalnya. Dalam seminar ini akan didampingi oleh pembimbing dan juga pembahas proposal skripsi, yang mana biasanya pembahas ini adalah mahasiswa yang satu bidang atau satu prodi dengan mahasiswa yang bersangkutan.

www.pexels.com
  1. Penelitian

Setelah menyelesaikan seminar proposal dan melakukan revisi dari dosen pembimbing dan pembahas proposal sekaligus sudah di acc oleh pembimbing, maka mahasiswa yang bersangkutan sudah diperbolehkan untuk memulai melaukan penelitian. Dalam melakuan penelitian hendaklah berpatokan pada kerangka penelitian yang sudah dirancang sebelumnya. Sehingga penelitian tidak melebar kemana-mana dan menjadi lebih efektif.

  1. Mengolah data penelitian

Setelah menyelesaikan penelitian, maka mahasiswa akan melanjutkan proses pengolahan data dengan menggunakan pendekatan teori dan metode penelitian yang telah dibahas pada proposal penelitian. Data-data skripsi yang telah direkap ini, sebelumnya dipilah dulu ke dalam data-data yang relevan. Setelah itu baru dilakukan pembacaan dan menganalisa data dengan kacamata rumusan masalah. Hal ini akan ditemukan titik temu antara data dan teori dalam kerangka penelitian ilmiah. Maksudnya, data yang kita temukan atau yang akan diteliti, akan ditemukan kesimpulan yang bisa sebagai solusi terhadap perosalan yang hendak ditemukan solusinya secara ilmiah.

  1. Menuliskan hasil olahan data

Proses selanjutnya adalah menuliskan hasil olahan data atau hasil analisis ke dalam bentuk hasil laporan yang ilmiah. Laporan ini harus disesuaikan dengan sistematika yang telah kita susun pada proposal skripsi. Harus juga diperhatikan antara rumusan masalah dengan hasil penelitian atau kesimpulan. Penting adanya relevansi dan koneksi antara rumusan masalah dengan hasil penelitian atau kesimpulan.

  1. Sidang skripsi

Setelah selesai penulisan hasil laporan dalam bentuk karya tulis ilmiah atau skripsi, selanjutnya mahasiswa yang bersangkutan harus meminta persetujuan pembimbing berupa nota dinas pembimbing. Tentu setelah dilakukan revisi atas skripsi berupa masukan dari dosen pembimbing. Setelah mendapatakan acc atau persetujuan dari dosen pembimbing, maka mahasiswa tersebut harus mengajukan skripisnya untuk disidangkan dihadapan pembimbing dan penguji yang telah ditunjuk oleh prodi yang bersangktuna. Biasanya penguji skripsi adalah dua dosen penguji dari prodi yang bersangkutan. Sidang ini dinamakan dengan sidang skripsi yang mana adalah mempertanggungjawabkan hasil penelitian secara ilmiah dan sekaligus pembuktian bahwa mahasiswa yang bersangkutan benar-benar menguasai hasil penelitannya.

  1. Revisi

Selanjutny, setelah sidang skripsi selesai dilakukan akan ada revisi dari pembimbing dan penguji sidang skripsi yang mana mahasiswa diberi tenggat waktu agar melakukan perbaikan terhadap masukan dari pembimbing dan penguji sewaktu berlangsungnya proses sidang skripsi sebelumnya. Mahasiswa yang bersangkutan tidak bisa melakukan proses berikutnya sampai menyelesaikan revisi sesuai batas waktu yang telah disepakati ketika sidang skripsi.

  1. Yudisium

Terakhir, setelah mahasiswa yang bersangkutan telah menyelesaikan proses revisi dan juga telah ditanda tangani oleh penguji dan pembimbing, maka mahasiswa tersebut akan diberikan kesempatan untuk melengkapi berkas berkas untuk yudisium. Yudisium ini adalah rangkaian terakhir yang harus dilakukan sebelum berlangsungnya wisuda. Dalam yudisium ini ada batas waktunya. Biasanya, beberapa minggu sebelum berlangsung prosesi wisuda. Hasil yudisium ini berupa nama-nama mahasiswa atau mahasiswi yang berhak untuk melakukan proses wisuda. Jadi, walaupun mahasiswa yang telah sidang skripsi dan telah merevisi skripsi tida melengkapi berkas-berkas untuk yudisium, maka belum berhak untuk mengikuti proses wisuda.

Nah, itulah kronologi dalam perjalanan seorang mahasiswa strata satu (S-1) dalam melalui proses penulisan skripsi. Untuk lebih memahami A-Z terkait skripsi (pembahasan lengkap) akan dipaparkan juga tentang motivasi penulisan skripsi.

www.pexels.com

Motivasi Menulis Skripsi

Setelah kita melihat kronolgi perjalanan dalam menulis skripsi selanjutnya, penting juga mengetahui motivasi menulis skripsi untuk A-Z terkait skripsi (pembahasan lengkap). Hal ini untuk mengingatkan kembali kenapa skripsi ini harus dikerjakan dan juga diselesaikan. Karena, sebagaimana yang disinggung diawal artikel ini bahwa skripsi adalah momok dan sesuatu yang amat mengerikan. Apalagi mahasiswa yang telah duduk disemester akhir, banyak sekali godaannya, terutama rasa malas yang tumpah ruah. Malah yang tumpah ruah ini bisa disebahkan oleh udah terlanjur nyaman dengan berkeja, atau sudah terlalu nyaman dengan dunia mahasiswa yang semester akhir yang disibukkan dengan aktivitas-aktivitas yang melenakan, misalnya kecanduan game online, atau malah terlalu sibuk berorganisasi baik intrakampus maupun ekstrakampus. Maka, dirasa perlu melihat dan memaparkan bagaimana motivasi menulis skripsi itu terbentuk.

  1. Skripsi Adalah Pokok

Poin pertama agar mahasiswa termotivasi dalam mengerjakan skripsi adalah masalah pokok. Artinya skripsi adalah inti dari kita kuliah. Kalau kita tidak menyelesaikan skripsi berarti ibarat kita memakan durian, yang kita makan adalah kulitnya, bukan isinya yang gurih, putih dan lezat. Bayangkan kulit durian itu berduri dan memakannya hanya akan membuat tenggorokan berdarah dan sakit. Kalau seorang mahasiswa memahami denga baik bahwa skripsi itu adalah pokok dan inti dari kuliah, maka ia akan mendapatkan nikmatnya kuliah setelah ia sukses mengerjakan skripsi. Bayangkan kalau kita memakan durian tapi hanya memakan kulitnya atau durinya. Lantas dimana nikmatnya durian itu? Demikian juga dengan kuliah, kita tidak akan merasakan istimewanya kuliah tanpa memulai untuk mengerjakan skripsi, khususnya mahasiswa semester akhir. Jangan mau terjebak dengan istilah STMJ. Apa itu STMJ? STMJ adalah singkatan Semester Tujuh Masih Jomblo. Maksudnya, banyak mahasiswa yang menjadikan ini alasan untuk tidak mengerjakan skripsi, bahwa kejombloan adalah alasan utama untuk bermalas-malasan dalam mengerjakan skripsi. Tentu ini alasan yang tidak beralasan. Akhirnya, mahasiswa yang terjebak dengan label STMJ ini merasa hidup ini adalah pencarian akan seseorang yang bisa mengisi ruang hati dan melupakan hal yang paling pokok dalam kuliah, yaitu mengerjakan skripsi. Jadi, pahamilah bahwa skripsi itu adalah hal yang paling pokok.

  1. Skripsi adalah Ujian Mahasiswa Sesungguhnya

Kedua, sebagai motivasi agar penulisan skripsi bisa terselesaikan hingga tuntas adalah memahami bahwa skripsi adalah ujian mahasiswa sesungguhnya. Menyadari denga sepenuh hati agar kita bisa naik ke level berikutnya harus ada ujian. Misalkan seorang gamer yang ingin naik ke level berikutnya maka ia harus memulai dari level yang paling bawah bukan? Misalnya dari level amatir atau pemula, setelah ia melewati level ini dengan baik, maka ia akan bisa naik ke level berikutnya. Pun tidak berbeda denga penulisan skripsi bagi mahasiswa yang mana skripsi adalah langkah dan proses mahasiswa yang bersangkutan untuk naik ke level berikutnya. Jika, sang mahasiswa tidak mau naik level atau tidak mau melalui ujian yang bernama skripsi ini, maka mahasiswa tersebut tidak akan kemana-mana. Dalam artian ia akan terlabel sebagai mapala (mahasiswa paling lama) atau madi (mahasiswa abadi). Meski ujian ini sungguh tidak ringan bukan? Tapi percayalah kalau Anda mampu melewatinya, nisacaya Anda akan menjadi mahasiswa dan manusia yang memiliki kualitas dan intergritas karena telah mampu melewati ujian yang bernama skripsi ini dengan baik.

  1. Skripsi Sama Dengan Wisuda

Selanjutnya, motivasi menulis skripsi adalah wisuda. Siapa sih yang tidak ingin diwisuda? Kalau ada yang tidak ingin diwisuda berarti ada sesuatu yang tidak biasa dalam dirinya. Bisa mungkin semacam kelainan atau apalah. Tapi yang jelas, bagi mahasiswa yang ingin diwisuda entah itu di universitas atau kampus manapun di Indonesia ini, maka harus melewati yang namanya skripsi ini. Artinya ia harus menulis skripsi dan menyelesaikannya sekaligus melewati rangkaian prosesnya seperti yang telah dipaparkan di atas. Selain itu, wisuda adalah kebanggan bagi orang tua. Banyak sekali para orang tua yang mendambakan anaknya untuk memakai toga. Sehngga menulis skripsi ini adalah tanggung jawab si mahasiswa yang bersangkutan kepada orang tuanya. Karena menyelesaikan skripsi sama dengan mewujudkan harapan orang tua untuk melihat anaknya wisuda. Ini adalah poin penting sebagai motivasi kita dalam menulis skripsi.

www.pexels.com

Persiapan Menulis Skripsi

Setelah memahami dengan baik kronologi penulisan skripsi hingga wisuda berikut motivasi menulis skripsi, selanjutnya adalah persiapan menulis skripsi membahas A-Z terkait skirpsi (pembahasan Lengkap). Persiapan menulsi skripsi adalah sebagai berikut:

  1. Mencari Tema

Hal pertama yang harus disiapkan dalam menulis skripsi adalah penentuan tema, hal ini berkaitan dengan judul yang akan kita angkatan dalam penelitian bertajuk skripsi. Untuk pemilihan tema ini harus disesuaikan dengan bidang disiplin ilmu dan juga konsentrasi bidang studi yang kita tempuh. Mencari tema ini sebenarny gampang-gampang susah. Jika, kita bersungguh-sungguh dan terbuka akan semua kemungkinan, maka mencari tema itu bukanlah sesuatu hal sulit. Mencari tema ini juga sering disebut dengan mencari masalah apa yang akan diangkat dalam penelitian skripsi.

  1. Memperkaya Teori Tentang Tema

Yang kedua yaitu memperkaya teori tentang tema maksudnya adalah memperbanyak membaca terkait teori atau memperbanyak membaca referensi berupa buku, jurnal, majalah atau artikel dalam bentuk pdf. Atau Anda juga bisa mencari tema di Jasa Penulis Artikel yang mana juga memuat tema atau setidaknya rekomendasi bacaan yang bisa Anda jadikan pertimbangan. Banyak sekali ditemukan kesalahan mahasiswa yang mencari tema atau memilih tema tertentu tapi lemah secara teori. Hal ini akan berakibat pada kualitas skripsi yang akan ditulis. Maka, penting sekali memperkaya diri dengan bacaan-bacaan yang berhubungan dengan penelitian akan dikaji.

  1. Mulai Menulis

Ini tidak kalah penting dalam pengerjaan skripsi yaitu mulai menulis. Banyak juga mahasiswa setelah memilih tema dan membaca beberapa buku, jurnal atau majalah ataupun artikel di Jasa Penulis Artikel. Tidak melanjtukan dengan menulis skripsi. Akibatnya sudah dapat dipastikan bahwa skripsinya tidak akan pernah selesai. Maka, setidaknya dalam proses pengerjaan skripsi ini harus ada target harian dalam menulis skripsi. Misalnya, menulis satu lembar dalam satu hari terkait skripsi penelitan atau bisa juga setelah selesai membaca buku langsung bikin kerangka atau simpulan sementara. Sehingga ada kelihatan progress penulisan skripsi.

  1. Konsultasi

Langkah selanjutnya adalah konsultasi dengan pembimbing akademik (PA) atau dosen-dosen  yang masih satu rumpun keilmuan dengan penelitan yang akan dikaji. Kelemahan lain yang banyak ditemukan pada diri mahasiswa yang lama atau bahkan skripsinya tidak selesai adalah enggan untuk konsultasi dengan pembimbing akademik maupun dosen-dosen lain. Konsultasi ini sangat penting sekali, apalagi bagi yang telah mendapatkan pembimbing skripsi maka konsultasi atau bimbingan skripsi menjadi sangat penting. Apabila seorang mahasiswa tidak pernah atau jarang melakukan bimbingan maupun konslutasi dengan pembimbing skripsinya maka dapat dipastikan skripsinya akan berakhir pada tempat lain.

Selain, pembimbing skripsi, juga perlu juga konsultasi dengan pembimbing akademik dan dosen atau bahkan praktisi yang kebetulan memiliki kapasitas yang kompatibel dengan penelitian yang akan dikaji. Maka, jika hal ini dilakukan akan membuat proses pengerjaan skripsi akan menjadi semakina lancara bahkan mulus ibarat jalan tol

  1. Konsisten dan Optimis

Terakhir adalah konsisten dan optimis. Ini bagian terpenting dalam hal persiapan menulis skripsi. Hal ini erat kaitannya dengan mental si mahasiswa. Banyak mahasiswa yang gagal menulis skripsi dikarenakan karena tidak memiliki konsistensi dalam hal membangun mood dan membuang jauh-jauh rasa malas. Selain itu juga yang tidak kalah pentingnya adalah membangun optimisme. Ada apa dengan optimism? Optimism yang dimaksudkan disini agar kita tidak mudah galau apalagi putus asa. Karena sudah menjadi rahasia umum tidak semua pembimbing skripsi itu bisa mudah ditemuai atau memberikan persetujuan begitu juga dengan apa yang ditulis. Tapi  banyak juga ditemukan pembimbing skripsi yang susah ditemui dan perfeksionis. Untuk dua hal ini perlu yang namanya optimisme, tanpa optimisme maka skripsi akan bermuara pada kegalauan demi kegalauan dan putus asa. Akhirnya skripsi tidak pernah bisa selesai.

Nah, itulah peembahasan dari  A-Z terkait skirpsi (pembahasan Lengkap) yang bisa dipaparkan. Semoga tulisan ini bisa menjadi motivasi bagi mahasiswa-mahasiswa yang ada dikampus manapun, khususnya mahasiswa tingkat akhir. Selamat mengerjakan skripsi!

www.pexels.com

Ade

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *